Pound Inggris melemah terhadap euro dan dolar AS pada Jumat (22/05) petang. Namun analis di bank investasi Wall Street Morgan Stanley memperkirakan ada penurunan lanjutan pada mata uang Inggris tersebut selama beberapa hari dan minggu mendatang.
Pukul 15.50 WIB, EUR/GBP naik 0,02% di 0,8958 dan GBP/USD turun 0,43% ke 1,2170 menurut data .
 
Dalam laporan kepada klien sebagaimana dilansir Poundsterlinglive.com Jumat (22/05) petang, Sheena Shah, analis di Morgan Stanley mengutip negosiasi perdagangan Brexit sebagai pendorong ekspektasi pelemahan mata uang tersebut.
 
“Sampai kesepakatan Brexit tercapai, kami berharap pergerakan GBP akan terbatas,” kata Shah.
 
Pound telah melemah setelah krisis covid-19 menghantam pasar keuangan pada akhir Maret lalu, namun analis yakin bahwa tekanan pada Sterling mulai berkurang. Tapi kini pasar sekarang semakin menyoroti masalah negosiasi perdagangan seputar Brexit.
 
Pekan lalu perundingan mengalami kebuntuan dan ini memicu penurunan tajam Sterling.
 
Uni Eropa dan Inggris memiliki satu putaran final perundingan menjelang Pertemuan Dewan UE pada pertengahan Juni di mana para pemimpin Eropa akan melakukan negosiasi. Inggris memiliki waktu hingga akhir Juni untuk mengajukan perpanjangan negosiasi.
 
Namun, Inggris sejauh ini tetap berpandangan bahwa negosiasi tidak perlu melewati batas waktu akhir tahun ini. Sehingga ini menimbulkan tekanan bagi kedua belah pihak menuju pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2021.