© Reuters.

Poundsterling naik terhadap euro dan melemah lawan dolar AS pada Selasa (30/06) petang di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Inggris dan Uni Eropa akan gagal mencapai kesepakatan perdagangan bebas yang komprehensif pada akhir tahun dan meski juga ada tanda-tanda pemulihan ekonomi kawasan euro dari krisis yang melampaui ekonomi Inggris.
Pada pukul 15.18 WIB, EUR/GBP turun 0,09% ke 0,9129 dan GBP/USD turun tipis di 1,2292 menurut data .
Mengutip laporan yang dilansir Poundsterlinglive.com Selasa (30/06) petang, pasar tampaknya semakin tertarik terhadap laju pemulihan ekonomi dari krisis covid-19. Samuel Tombs, Ekonom Inggris di Pantheon Macronomics mengatakan ada bukti bahwa pemulihan Inggris dari covid-19 tertinggal di belakang Eropa setelah Indikator Sentimen Ekonomi Komisi Eropa (ESI) sedikit lebih baik dari pemulihan di Inggris daripada di Uni Eropa pada bulan Juni.
Indikator ESI dari Komisi Eropa untuk Inggris naik menjadi 65,2 pada Juni, dari 61,7 pada bulan Mei dan dibandingkan data ini untuk Eropa dengan rata-rata 74,8 pada bulan Juni.
Jika data ESI mencerminkan kinerja mendasar kedua negara saat ini, kondisi fundamental bagi Euro untuk mengungguli Poundsterling menjadi semakin jelas. Arus modal internasional mengejar pengembalian yang lebih baik dan juga didasarkan kecepatan pemulihan di Inggris terhadap Uni Eropa, ada kasus aliran modal seharusnya lebih condong dari Sterling ke Euro.
Uni Eropa dan Inggris pada hari Senin memulai putaran negosiasi perdagangan lebih intens – yang seharusnya dilakukan setiap minggu pada bulan Juli. Perundingan ini berusaha mencari jalan keluar dari kebuntuan yang ada saat ini.
Ketua tim perundingan Uni Eropa pekan lalu mengatakan Uni Eropa ingin kesepakatan disetujui pada bulan Oktober, mungkin pada KTT Dewan Uni Eropa, yang diharapkan akan menghasilkan terobosan.