© Reuters.

Pound melemah terhadap dolar AS dan naik lawan euro pada Jumat (22/05) pagi setelah rilis kemarin dari survei PMI Markit IHS naik melampaui perkiraan untuk bulan Mei. Ini menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan ekonomi.
Pukul 11.42 WIB, GBP/USD turun 0,11% di 1,2209 dan EUR/GBP turun tipis 0,04% ke 0,8952 menurut data .
Gara-gara sentimen data ekonomi itu juga menurut laporan yang dilansir Poundsterlinglive.com Jumat (22/05) pagi, pound telah menjadi mata uang utama berkinerja terbaik kedua selama sesi awal perdagangan Eropa Kamis (21/05) kemarin, hanya tertinggal di belakang Dolar AS yang naik karena saham-saham dan beberapa komoditas turun dipicu ketegangan baru antara Washington dan Beijing dan ini dianggap analis sebagai “likuidasi awal” dan juga keuntungan.
“Sterling terus kesulitan. Kami baru-baru ini telah membahas pentingnya menembus level supply atas dari posisi terendah April dan awal Mei. Lonjakan mata uang ini goyah Selasa di $1,2295, ditutup lebih rendah kemarin dan jatuh kembali lagi hari ini sekarang menjadi kekhawatiran bagi GBP/USD,” kata Richard Perry, analis di Hantec Markets. “Kami melihat sekali lagi kelemahan lanjutan untuk menguji area $1,2000 pada waktunya.”
Ini bisa berarti ada korelasi GBP/USD dan EUR/USD, yang sedang menguji MA 200-hari di sekitar 1,1014 Kamis, diperkirakan akan bergerak ke 1,1240. Pound akan mencapai 1,0714 terhadap Euro jika GBP/USD jatuh ke 1,20, sejalan dengan semakin banyaknya perkiraan analis, pada saat yang sama dengan EUR/USD menuju 1,12.