© Reuters.

Oleh Peter Nurse
Euro beranjak naik pada Senin (20/07) petang mencapai level tertinggi empat bulan terhadap dolar AS. Hal itu terjadi karena para trader bereaksi dengan aura optimisme dari pertemuan para pemimpin Uni Eropa terkait potensi tercapainya kesepakatan dana anggaran pemulihan covid-19 untuk kawasan tersebut.
Pada pukul 14.49 WIB, EUR/USD 0,19% ke 1,1448 setelah awalnya menyentuh level tertinggi empat bulan di 1.1467 dan EUR/GBP naik 0,25% di 0,9110 menurut data .
Adapun rupiah terus melemah 0,61% di 14.785,0 per dolar AS hingga pukul 14.55 WIB.
Pasca berunding tiga hari, para pemimpin Uni Eropa belum juga menemui kata sepakat tentang bagaimana menyusun dana pemulihan yang diusulkan, keseluruhan mencapai 750 miliar euro, dan syarat apa yang mesti dikenakan bagi negara-negara, utamanya dari negara tepi Mediterania, yang akan mendapatkan bantuan dari dana tersebut.
Lebih lanjut, mereka telah sepakat kembali pada Senin sore setempat untuk menyelesaikan negosiasi itu dan ini menunjukkan bahwa pemikiran kedua belah pihak tidaklah terlalu jauh berbeda.
“Negosiasi yang sulit baru saja berakhir,” kata Kanselir Austria Sebastian Kurz dalam cuitan, Senin sebelumnya. “Kami bisa sangat senang dengan hasil hari ini. Ini akan berlanjut sore ini. ”
Austria adalah salah satu dari empat pemerintah di Uni Eropa, bersama dengan Belanda, Denmark dan Swedia, yang telah melakukan negosiasi atas kesepakatan tersebut, prihatin dengan pemantauan tentang bagaimana dana akan digunakan.
Bloomberg melaporkan pada Senin bahwa keempat pemerintah itu sekarang puas dengan dana yang tersedia senilai 390 miliar euro sebagai hibah dan sisanya sebagai pinjaman berbunga rendah, komponen utama dari kesepakatan itu.
“Jika benar, maka itu adalah kesepakatan yang cukup layak harus dilewati. Kelompok garis keras perlu memahami bahwa hibah perlu terus maju, jika mereka menginginkan EUR berfungsi dengan baik. Transfer uang permanen dari Utara ke Selatan akan diperlukan,” kata Andreas Steno Larsen, Kepala Strategi FX & Kurs Global di Nordea, dalam cuitan.
Sementara itu Indeks Dolar AS turun tipis 0,03% di 95,858 sampai pukul 15.04 WIB. GBP/USD naik 0,05% ke 1,2572 dan USD/JPY menguat 0,17% di 107,17.
Dolar AS tidak mampu melaju positif kendati jumlah kasus covid-19 telah naik di atas 14,5 juta dan lebih dari 600.000 orang meninggal di seluruh dunia, menurut data dari Johns Hopkins University.
Virus ini telah merenggut nyawa warga AS sebanyak lebih dari 140.000 orang. Florida mengumumkan ada 12.000 lebih kasus baru pada hari Minggu, sementara Walikota Los Angeles mengatakan kotanya berada di ambang tindakan pembatasan baru.
Angka-angka ini akan memberi tekanan bagi para pengambil kebijakan AS untuk menyetujui langkah-langkah lanjutan guna merangsang ekonomi negara, terutama karena beberapa kebijakan akan berakhir pada akhir Juli ini.
“Kami melihat lebih banyak tekanan politik pada Partai Republik untuk berkompromi dengan tujuan dari Partai Demokrat karena Partai Republik mengikuti dalam jajak pendapat … Senat Republik tidak bisa menahan stimulus ini,” sebagaimana dikutip Reuters dari Steven Englander, kepala strategi FX global di Standard Chartered Bank di New York.