© Reuters.

Dolar Amerika Serikat bergerak naik pada Jumat (17/07) pagi kendati ada kekhawatiran bertambahnya jumlah kasus covid-19 mulai membatasi kegiatan ekonomi sehingga bisa mendorong permintaan safe haven.
Diberitakan Reuters Jumat (17/07) pagi, euro naik tipis ditopang oleh harapan bahwa para pejabat Eropa akan menyetujui langkah-langkah stimulus fiskal pada pertemuan yang dimulai hari Jumat ini.
Beberapa investor mengatakan mulai melihat tanda-tanda yang meresahkan dari data terbaru bahwa lonjakan tiada henti kasus covid-19 mengancam perekonomian AS.
Yang lain merujuk perselisihan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina sebagai alasan untuk menghindari perdagangan aset berisiko, yang seharusnya membantu dolar AS untuk saat ini.
Pada pukul 09.12 WIB, US Dollar Index turun tipis 0,07% di 96,255 menurut data . EUR/USD naik 0,01% di 1,1385 dan GBP/USD menguat 0,13% ke 1,2565. USD/JPY turun 0,01% di 107,25.
Sedangkan rupiah USD/IDR bergerak melemah 0,48% ke 14,695.0 sampai pukul 09.15 WIB.
Bertambahnya kasus-kasus covid-19 telah memaksa California dan negara bagian AS lainnya kembali menutup setidaknya sebagian wilayahnya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran ekonomi dan pasar tenaga kerja akan terus menghadapi kesulitan.
Selain itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan larangan perjalanan ke Amerika Serikat bagi seluruh anggota Partai Komunis Cina, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Ini pasti akan menambah panas hubungan antara Washington dan Beijing.