© Reuters.

Dunia kripto kini tengah riuh karena para trader memperdebatkan segera berakhirnya 114.700 kontrak option bitcoin senilai $1,06 miliar apakah akan menimbulkan volatilitas, dan jika iya, ke arah mana?
Mengutip laporan yang dilansir Cryptobriefing.com Jumat (26/06) petang, hari ini merupakan hari di mana kontrak option bitcoin terbesar yang pernah tercatat akan berakhir. Bahkan tidak ada sama sekali kontrak terbuka senilai $1,06 miliar itu sampai dua bulan yang lalu.
Para pelaku pasar kini fokus tentang bagaimana hal tersebut akan berdampak.
Volatilitas telah mengalami penurunan selama berbulan-bulan. Secara historis, volatilitas BTC tidak dapat ditekan lama. Berakhirnya kontrak option senilai 114.700 Bitcoin itu dapat mengkatalisis volatilitas harga.
Kontrak “put” di level $7.000 dan $8.000, serta level “call” $10.000 dan $11.000, memiliki kontrak terbuka paling banyak, dengan nilai keseluruhan mencapai 16.700 BTC, atau $154 juta.
Rasio kontrak “call-put” mengukur jumlah posisi “put” yang dibeli trader terhadap jumlah “call”.
Karena option posisi “put” menguat ketika harga aset dasar bitcoin turun, kenaikan rasio “call” merupakan indikator bearish. Rasio ini cenderung turun setelah melonjak pekan lalu, namun, menyiratkan ada sentimen positif di pasar option.
Hingga pukul 15.55 WIB, uang digital utama Bitcoin (BitfinexUSD) jatuh 1,87% ke $9.129,5 menurut data .