© Reuters.

Harga Bitcoin [Bitcoin (BitfinexUSD)] terus mengindikasikan rasa bimbang di kalangan trader koin kripto dengan bergerak stagnan. Tren bullish tampaknya akan ditolak di level resisten sekitar $9.850 – $10.000. Namun demikian, struktur pasar jangka pendek memproyeksikan adanya sentimen penguatan.
Pada grafik empat jam seperti diwartakan Coingape.com Rabu (20/05) petang, harga membentuk pola cup and handle bullish dengan target di sekitar level tertinggi tahunan di $10.500. Trader derivatif dan analis grafik, Tyler D. Coates, melakukan jajak pendapat di twitter untuk menilai sentimen pasar kripto. Dengan sekitar 300 respons, hasil jajak pendapat masih belum meyakinkan lantaran antara bullish dan bearish hasilnya setara. 
Selain itu, Mati Greenspan, analis keuangan dan pendiri Quantum Economics juga menunjukkan pola segitiga naik untuk menembus. Target dari pola bullish di $11,375.
Namun demikian, pada jangka waktu tinggi, harga terus menghadapi perlawanan dari garis tren bearish pada level harga tertinggi sepanjang masa tahun 2017. 
Trader veteran, Peter Brandt, menyoroti garis tren sejalan dengan level puncak di sekitar $13.800 dan $10.500 pada kenaikan sebelumnya. Penembusan level-level ini bisa memberikan indikasi kenaikan harga.
Tuur Demeester, seorang analis keuangan dan mitra di Adamant Capital markets mencuit level saat ini setelah penembusan level 2019 di atas $4.200 sebagai zona akumulasi ulang.
Namun demikian jika tren bullish gagal menembus di atas level saat ini, harga kemungkinan akan kembali menuju ke kisaran $4.000 – $4.500. Saat ini, level $10.000 menjadi penghambat psikologis dan teknikal bagi tren bullish.
Sampai pukul 14.42 WIB, Bitcoin (BitcoinIndonesiaIDR) melonjak 2,00% di $9.769,3 menurut data .