© Reuters.

Meski Bitcoin tetap merupakan aset tidak berkorelasi, pergerakan harganya pada perdagangan Kamis (21/05) kemarin sangat mirip dengan safe haven emas.
Pada penutupan perdagangan Kamis (21/05), Bitcoin (BitfinexUSD)anjlok 4,76% di $9.059,0 dan emas juga jatuh 1,72% di $1.721,90 per ons menurut data .
Berdasar laporan Bitcoinist.com Jumat (22/05) petang, pelemahan bitcoin muncul akibat koreksi tren bearish yang signifikan setelah mendekati level $10.000 awal pekan ini. Trader kemudian melakukan aksi ambil untung untuk memberi tekanan pada koin utama ini dan sentimen lanjutan terjadi lagi pada hari Rabu pekan ini.
Sementara, emas juga mengalami pergerakan koreksi yang sama setelah harga spot mencapai level tertinggi tujuh tahun minggu ini. Logam kuning ini kembali melemah pun karena sentimen ambil untung.
Pengamat mencatat investor kini kembali ke uang tunai akibat meningkatnya konflik AS dan Cina soal pemulihan ekonomi.
Narasi ekonomi makro juga berdampak pada Bitcoin (BitcoinIndonesiaIDR)dan Emas, sesuai dengan pergerakan harga mereka saat ini. Di kala mata uang kripto mendekati level antara $9.500 dan $10.000 sambil menunggu penembusan bullish, logam kuning juga berkonsolidasi dalam kisaran perdagangan yang ketat.
Selama 24 jam terakhir menjadi tingkat korelasi terbaik kedua aset untuk pertama kalinya sejak konflik militer AS-Iran pada Januari 2020 lalu. Bahkan pemulihan gerak keduanya – yang terhenti – saling sejalan, membenarkan bahwa faktor-faktor global ikut berperan aktif mempengaruhi pasar Bitcoin dan Emas.
Sampai pukul 14.41 WIB Jumat (22/05) petang, bitcoin anjlok 3,96% di $9.096,2 dan Emas Berjangka naik 0,76% ke $1.735,05 per ons menurut data .