© Reuters.

Mata uang kripto utama bitcoin telah naik 150 persen lebih dari titik terendahnya 13 Maret silam. Sebagaimana diketahui umum, pasar keuangan global juga anjlok pada bulan Maret tersebut terpengaruh dampak covid-19 di seluruh sektor.
Dilaporkan bitcoinist.com Rabu (15/07) petang, memasuki bulan Juli Bitcoin berfluktuasi di kisaran level $9.000 dan $9.300 selama dua minggu terakhir karena volatilitas bulanannya yang jatuh ke rekor terendah. Sementara itu, indeks acuan S&P; 500 tetap bergerak di bawah level tertinggi kuartalan di 3.235,3.
Bitcoin bergerak menguat 0,28% ke $9.221,2 menurut data pukul 15.51 WIB.
Jim Cramer, analis di program CNBC Mad Money, Selasa memperingatkan bahwa tren kenaikan S&P; 500 ini berpotensi balik arah pada akhir bulan Juli. Ia mengatakan indeks mengincar kenaikan 4-5 persen “selama dua minggu ke depan” tetapi rally mungkin mulai melemah pada 28 Juli dengan juga mempertimbangkan faktor fundamental tingkat pengangguran. 
Sementara itu mengutip Bloomberg Rabu (15/07) petang, bank sentral Cina People’s Bank of China (PBOC) berencana menguji mata uang digitalnya pada platform raksasa pengiriman makanan Meituan Dianping yang didukung Tencent Holdings Ltd. untuk mendorong adopsi masal token ini.
Meituan telah melakukan pembicaraan dengan peneliti dari PBOC tentang penggunaan mata uang ini di dunia nyata, menurut sumber yang mengetahui langsung hal ini.
Meituan mengikuti jejak perusahaan rintisan yang sedang naik daun, Didi Chuxing, dalam mengeksplorasi penerapan yuan digital.
Seperti Didi, Meituan menghasilkan transaksi harian miliaran dolar mulai dari pengiriman makanan hingga layanan perjalanan daring.
Bank sentral Cina juga tengah berdiskusi mengenai uji coba dengan Bilibili Inc., perusahaan lain yang didukung Tencent, salah satu orang menyebutkan.