© Reuters.

Harga bitcoin (BTC) anjlok ke sekitar level $9.000 dan pelemahan itu terjadi bersamaan dengan transaksi likuidasi kontrak berjangka beli bitcoin senilai $55 juta di bursa BitMEX.
Hingga pukul 15.24 WIB, mata uang kripto Bitcoin (BitfinexUSD) anjlok 2,63% ke $9.276,6 mengutip data setelah sempat mencapai level terendah $9,022.6.
Menurut Cointelegraph Kamis (25/06) petang, empat faktor kemungkinan di balik penurunan harga mata uang kripto ini yaitu: penurunan saham, tekanan jual dari penambang, periode volatilitas rendah yang berlanjut, dan penolakan berulang di level $10.000.
Saham-saham anjlok, bitcoin pun jatuh 
Sudah jadi rahasia umum, pelemahan bitcoin dan bursa saham sering kali sejalan dalam beberapa bulan terakhir. Dan kini pun indeks S&P; 500 berjangka bergerak melemah 0,38% di 3.037,38 sampai pukul 15.26 WIB, begitu juga dengan bitcoin yang terus melemah hari ini.
Sebelumnya indeks Dow Jones berakhir anjlok 2,72% di 25.445,94 pada penutupan perdagangan Rabu (24/06).
Analis filbfilb Jumat lalu menjelaskan dari sudut pandang teknikal, pasar keseluruhan masih tetap bullish kendati berkonsolidasi di bawah level resisten $10.000.
Penambang menjual Bitcoin
Berbagai data dari Glassnode, CryptoQuant, dan ByteTree menunjukkan bahwa para penambang menjual Bitcoin secara massal. Menurut peneliti dari Glassnode, arus masuk Bitcoin terbesar ke bursa itu diamati pada 24 Juni.
Ketika para penambang mulai menjual cadangan Bitcoin, khususnya setelah penyesuaian tingkat kesulitan utama, hal itu dapat membuat pasar di bursa Bitcoin rentan terhadap penarikan uang untuk jangka pendek.
Volatilitas rendah & bergerak terbatas, sudah diperkirakan ada pergerakan besar
Trader memperkirakan harga Bitcoin akan mengalami peningkatan volatilitas dadakan dalam jangka pendek sejak pertengahan Juni.
Pergerakan bitcoin sebulan terakhir tampaknya tidak terlalu bergairah, namun posisi terbuka di bursa berjangka terus mencatatkan peningkatan. Itu berarti semakin banyak investor mengantisipasi pergerakan Bitcoin, tetapi ketidakpastian antara pembeli dan penjual pada level krusial menyebabkan volatilitas tetap rendah.
Penyedia data Skew mengatakan volatilitas Bitcoin yang terealisasi turun menjadi 30%, terendah sepanjang tahun ini.
Berulang kali ditolak di level $10.000, trader tetap optimis
Harga Bitcoin (BitcoinIndonesiaIDR) bergerak di kisaran level $10.000 dan $6.000 selama sepuluh bulan terakhir.
Tiga kali penolakan berturut-turut di level $10.000 sejak Oktober 2019 membuat Bitcoin menyajikan potensi pola “triple top” dan ini akan terwujud jika BTC turun di bawah $8.000 dalam waktu dekat.
Pada saat yang sama, banyak trader tetap optimis terhadap bitcoin karena berbagai alasan. Trader Satoshi Flipper, misalnya, percaya bahwa bahkan jika Bitcoin turun ke $7.000 pada paruh kedua tahun 2020, BTC tetap mungkin akan menguji level $14.000.